SURVEI FRANCHISE TOP OF MIND (TOM) 2014

Posted on Updated on

– TOM BERDAMPAK POSITIF TERHADAP MEREK –

JAKARTA – Konsumen maupun calon investor memiliki kecenderungan untuk mengingat merek-merek yang memilik persepsi yang positif. Oleh sebab itu kecenderungan merek waralaba yang berada dalam posisi Top of Mind (TOM) di benak konsumen maupun calon investor pada umumnya akan menguntungkan, karena merek bisnis mereka telah melekat kuat di benak konsumen. Demikian dikatakan Anang Sukandar, Ketua Asosiasi Franchise Indonesia mengomentari hasil survei Franchise Top Of Mind 2014 yang baru saja dirilis Majalah Info Franchise Indonesia.

Survei Franchise Top Of Mind merupakan survei tahunan yang dilakukan oleh Majalah Info Franchise Indonesia, bekerjasama dengan Dinamic Marketing Research Service dan Asosiasi Franchise Indonesia. Pada tahun ini merupakan survei yang ke-5 kalinya dilakukan. Tujuan dari survei ini adalah untuk mengetahui perusahaan-perusahaan waralaba yang telah mengelola mereknya dengan baik, sehingga mereknya mampu dikenali, diingat dan di-recall secara spontan oleh konsumen serta calon investor.

Survei Franchise Top of Mind 2014 dilakukan pertengahan September hingga akhir Oktober 2014. Metode kontak yang digunakan adalah phone survey terhadap para investor atau calon investor bisnis waralaba.

Jumlah responden yang dilibatkan pada kegiatan marketing research Franchise TOM 2014 adalah 450 orang, yang tersebar di 10 kota utama di Indonesia. Dengan metoda pengambilan sampel simple random sampling, maka besarnya sampling error dari data yang dihasilkan adalah sekitar 2.36%.

Pada survei Franchise TOM 2014 terdapat penambahan kategori produk yang dinilai, seperti crepes, bubble tea, laboratorium dan klinik kesehatan, kursus gambar, barber shop, resto ayam penyet, Korean food, yogurt, baby spa, serta toko sepatu dan tas. Jadi total ada sekitar 58 kategori yang disurvei,

Hasil survei Franchise Top of Mind 2014 menemukan beberapa pergeseran merek yang mendapatkan skor TOM tertingi. Dimana pada 2013, merek-merek tersebut hanya berhasil meraih peringkat runner up atau lebih rendah, tetapi pada 2014 bisa menjadi pemenang Franchise TOM. Pergeseran ini terjadi pada kategori-kategori berikut : bimbingan belajar, bengkel dan toko spare part motor, jasa kurir/ ekspedisi, resto fast food fried chicken (lokal), serta resto burger.

Temuan lainnya adalah adanya kategori-kategori franchise yang memiliki memiliki total brand awareness agak rendah (<50%) dibandingkan dengan yang lain, diantaranya adalah kursus pembuatan robot, car interior dan eksterior, depo air minum isi ulang, restoran bakmi, fried chicken (booth), kopitiam café, klinik perawatan kulit, laundry kiloan, serta toko aksesoris. (Andih P)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s