Upacara Hari Bela Negara Serta Maknanya

Posted on

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak seluruh lapisan masyarakat di seluruh tanah air agar membangun dan meningkatkan semangat bela negara. Hal itu sangat penting karena negara ini berdiri tegak hingga saat ini karena adanya semangat bela negara sejak zaman penjajahan dan perjuangan mendapatkan kemerdekaan. Demikian pesan Presiden di dalam amanat yang dibacakan Menko Polhukam Tedjo Edy Purdjiatno yang membacakan pidato Jokowi pada upacara peringatan Hari Bela Negara digelar di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat (19/12) pukul 08.00 WIB. Menkopolhukam bertindak sebaga inspektur upacara menggantikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berhalangan hadir., sementara I Gusti Agung Kusuma Yudha Rai atau yang lebih akrab dikenal sebagai Ade Rai bertindak sebagai pemimpin upacara.

“Indonesia bisa berdiri tegak sebagai negara dan bangsa yang berdaulat tidak lepas dari perjuangan seluruh kekuatan rakyat. Mulai dari petani, pedagang kecil, nelayan dan elemen rakyat lainnya untuk membela tanah air,” kata Menkopolhukam. Tedjo menjelaskan tapak perjuangan rakyat dalam membela tanah air tercatat dalam lembaran sejarah 66 tahun yang lalu. Tepatnya terjadi 19 Desember 1949 atas prakarsa Syarifudin Prawiranegara dengan membentuk pemerintah darurat RI di Sumatera Barat. Langkah itu merupakan upaya untuk menyelamatkan kelangsungan hidup negara, sekaligus menunjukkan kepada dunia bahwa negara Republik Indonesia masih eksis. “Peristiwa tersebut menunjukkan kepada kita semua bahwa membela negara tidak hanya dilakukan oleh militer dengan kekuatan senjata, tetapi juga dilakukan setiap warga negara dengan kesadar-kesdarannya melalui upaya-upaya non militer, politik dan diplomasi,” kata Tedjo.

Diakhir amanat yang dibacakan Menkoplhukam tersebut Presiden Jokowi mengajak seluruh elemen bangsa bahwa pada peringatan bela negara hari ini agar perlu belajar dan ingat sejarah. Hal itu sangat penting agar bisa menatap masa depan bangsa dengan sempurna. Upacara itu dihadiri sejumlah menteri kabinet kerja seperti Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin, Menpan RB Yuddy Chrisnandi, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menpora Imam Nahrowi, Menhan Ryamizard Ryacudu serta Menristek dan Dikti M Nasir.

Hadir pula Kepala BIN Marciano Norman serta Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Ada hal yang menarik dalam upacara tersebut yakni pengibaran Sangsaka Merah Putih berukuran luas 2.200 meter persegi. Untuk menarik bendera raksasa tersebut para pejabat yang hadir dalam upacara diminta menarik tali sehingga bendera dapat terkerek ke atas.

Dalam pengibaran bendera tersebut Menkopolhukam bertindak sebagai pemimpin, kemudian diikuti beberapa pejabat dan tokoh lainnya seperti Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Menpan-RB Yuddy Chrisnandi, Menhan Ryamizard Ryacudu, dan Pendiri Museum Rekor Indonesia Jaya Supratna. Jaya Supratna hadir juga untuk mencatatkan peristiwa tersebut sebagai bendera terbesar dunia dan mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia. Turut hadir dalam acara itu, grup band Slank, mereka didaulat menyanyikan lagu Kebyar-kebyar ciptaan Gombloh. Upacara tersebut ditutup dengan aksi terjun payung dari penerjun payung gabungan.

Aksi penutupan tersebut memukai peserta upacara. Mereka berdecak kagum karena, pada awalnya, langit sekitar pusat kota Jakarta itu hanya dihiasi titik-titik kecil yang perlahan mendekat. Peserta upacara dan undangan menengadahkan kepala untuk melihat apa yang ada di baliktitikitu.Tidak lama kemudian, titik itu menjelma sebagai penerjun payung. Satu per satu penerjunpayungmulaimendaratdenganmulus.Kumpulan penerjun payung yang terdiri dari gabungan TNI dan atlet ini menghipnotis peserta dan undangan. Beberapa penerjun membawa bendera merah putih dan bendera bela negara. Salah satu perwakilan menyerahkan bendera merah putih dan bendera bela negara kepada Menkopolhukam Tedjo Edy Purdjianto. (Andih P)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s