Warga Terganggu Kehadiran Koperasi, Kepala Desa adukan ke UPIKA

Posted on Updated on

*Excavator PT.SRL Siap Tunggu Perintah*

Simangambat Paluta (TB) – Terkait dengan turunnya Unsur Pimpinan Kecamatan ( UPIKA ) Tanjung Medan, Rokan Hilir pada hari minggu 8 Desember 2014, di awali oleh kekhawatiran warga masyarakat yang areal lahan kebun sawitnya masuk peta kerja “Koperasi Madani”. kekhawatiran tersebut di awali dengan pengaduan tertulis Kepala Desa Tanjung Sari S.Purba.

Hal itu di ungkapkan oleh Camat Tanjung Medan Hasyim Spd melalui via Selulernya kepada wartawan, baru baru ini. Hasyim mengatakan,” Kedatangan Kami (UPIKA ), atas dasar pengaduan Kepala Desa Tanjung Sari kepada Upika Kecamatan Tanjung Medan Rohil yang merasa, bahwa warganya merasa terganggu atas kehadiran Koperasi Madani Paluta di areal lahan sawit masyarakat.

Oleh karenanya,”Atas dasar laporan pengaduan tersebut, maka UPIKA Tanjung Medan Rohil untuk tinjau keberadaan Koperasi, guna mengantisipasi timbulnya konflik yang akan timbul”, ungkap Hasyim. Untuk itu,”Kami perlu turun kelapangan untuk meninjau kebenaran pengaduan tersebut,apakah benar laporan tersebut”.

Lebih jauh Hasyim menambahkan,”Untuk mengetahui pengaduan warga masyarakat,perlu adanya pembuktian agar bisa langsung bertemu dengan pihak Koperasi Madani, Dan benar adanya kegiatan tersebut telah berdiri di areal sawit Masyarakat, “Namun dalam Argumentasi tersebut,”Ir.MB Syamsul Bahri Harahap menunjukan bukti bukti yang dapat di pertanggung jawabkan sesuai dengan peta dalam titik ordinat yang telah di ketahui Dinas Kehutanan Kabupaten Paluta.

Berdasar pantauan di lapangan yang di kutip Wartawan bahwa Keberadaan Koperasi Madani yang membangun Kantor di areal sawit masyarakat, hal itu sudah meminta ijin dari yang mempunyai kebun papar Ir.MB Syamsul Bahri Harahap kepada wartawan di Kantor Koperasi Madani, Dusun Bukit Pitu, Desa Pasir Lancat, Kecamatan Simangambat, Padang Lawas Utara (Paluta ).

Di tambahkannya,”Berbicara Koperasi Madani, Tidak akan terlepas dengan Tanah Adat Paluta yang di setujui oleh Panatua Hatobangon Paluta katanya. Untuk ini agar masyarakat tahu, Keberadaan Kebun DL sitorus sendiri, maupun perusahaan Perkebunan lain di Bumi Paluta harus mendapat ijin dari Masyarakat Hatobangon.

Seperti yang telah di sampaikan oleh Wakil Sekretaris Koperasi Madani Paluta menandaskan, “Mengenai adanya Masyarakat sekitar yang menolak atas Kehadiran Koperasi tersebut,di sebabkan ketidak tahuan mereka saja, ungkapnya tegas. Namun Ia meminta Agar lebih banyak memahami tatanan Adat yang di ketuai oleh Adat Hatobangon, ungkapnya jelas.

Lebih jauh Wakil Sekretaris, mengenangkan sejarah Adanya masyarakat yang ada di Dusun Perjuangan karena Mereka merupakan Masyarakat Pendatang dan Merambah Areal SRL, Mereka datang dan menggarap hingga kini mereka sudah menghasilkan jerih upaya mereka katanya mengenangkan. Namun Sayang,” Kami Masyarakat Adat Madani Pasir Lancat untuk mengolah tanah ulayat kami, justru ada penolakan dari masyarakat pendatang katanya mengakhiri.(Alpian H)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s