Terbitkan Mandat Kab. Asahan Ganda, Ada Apa Dengan Korwil SBSI Sumut ?

Posted on Updated on

SBSISumut – Keputusan Koordinator Wilayah Serikat Buruh Sejahtera Indonesia Sumatera Utara (Korwil SUMUT) dengan menerbitkan dua mandat Serikat Buruh Sejahtera Indonesia Kabupaten Asahan (SBSI Kab. Asahan) yaitu kepada Sdr. Mawardi dan Sdr. Indra Gunawan membuat bingung Sdr. Mawardi sebagai penerima Mandat pertama untuk meneruskan pembentukan Pengurus Komisariat di Daerah Kabupaten Asahan.

Kebingungan itu dimulai karena setelah SK Pengukuhan Komisariat sudah banyak yang terbentuk atas nama Ketua DPC SBSI Sdr. Mawardi, Korwil SUMUT malah mengeluarkan Mandat baru kepada Sdr. Indra Gunawan dan sekaligus mencabut Mandat Sdr. Mawardi. Sementara itu saat dimintai keterangan oleh Sdr. Mawardi tentang pencabutan mandatnya, Bung. Amser Hutauruk sebagai pelakasana Pusat dalam pengembangan SBSI di daerah Sumatera mengatakan tidak mengetahui tentang terbitnya mandat Sdr. Indra Gunawan dan pencabutan mandat Sdr. Mawardi. Bung. Amser Hutauruk juga meminta Sdr. Mawardi untuk melanjutkan pembentukan Pengurus Komisariat Kabupaten Asahan. Karena menurut beliau, bahwa Sdr. Mawardi dan Sdr. Indra Gunawan akan dipertemukan dalam Konferensi Cabang SBSI Kab. Asahan (KonferCab Asahan) yang akan di selenggarakan pada tanggal 2 Maret 2015 oleh Korwil SUMUT.

Namun hingga tanggal 28 Februari 2015, Sdr. Mawardi belum menerima undangan terkait KonferCab tersebut sehingga Sdr. Mawardi tidak mengetahui waktu dan tempat akan diselenggarakannya Agenda penting tersebut. Yang membuat kerancuannya sewaktu Sdr. Mawardi berangkat ke Korwil SUMUT, telah terjadi kesepakatan dengan Ketua Korwil yaitu:

Pertama: Biaya KonferCab SBSI Asahan akan ditanggung sepenuhnya oleh Korwil SBSI SUMUT

Kedua    : Waktu dan tempat penyelenggaraan KonferCab Asahan ditentukan oleh Korwil SBSI SUMUT

Tapi pada kenyataannya, setelah Sdr. Mawardi bertemu dengan Sdr. Indra Gunawan bahwa Sdr. Indra Gunawan lah mengatakan akan menyiapkan dana sebesar Rp. 50.000.000,00,- untuk keperluan penyelenggaraan KonferCab tersebut. Dan sekaligus menentukan waktu dan tempat penyelenggaraannya.

Hal ini menimbulkan kecurigaan Sdr. Mawardi bahwa telah terjadi konspirasi antara Sdr. Indra Gunawan dan Korwil SUMUT karena sepengetahuan Sdr. Mawardi, Sdr. Indra Gunawan adalah bawaan Sdr. April (Pengurus Korwil SUMUT). Dan Sdr. Indra Gunawan berjanji jika terpilih menjadi Ketua Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI), ia akan membawa Serikat Buruh Seluruh Indonesia 92 (SBSI 92) kedalam kepemimpinan Sdr. Indra Gunawan nanti.

Sementara itu, setelah Sdr. Mawardi saat bertemu Sdr. Asbih Siregar (Ketua SBSI 92 Kab. Asahan), beliau mengatakan hal itu tidak mungkin terjadi karena Sdr. Indra Gunawan adalah benar pengurus SBSI 92. Namun jika ingin maju sebagai Ketua SBSI, Sdr. Indra Gunawan seharusnya mundur terlebih dahulu sebagai pengurus SBSI 92.

Jika dilihat dari kronologis Sdr. Mawardi sampai penerima Mandat pertama SBSI Kab. Asahan berawal dari Forum Relawan Jokowi (FRJ) Kabupaten Asahan yang pada saat itu di Ketuai oleh Sdr. Mawardi. Yang akhirnya Pimpinan Pusat FRJ memberikan kepercayaan untuk menerima Mandat SBSI Kab. Asahan kepada Sdr. Mawardi. Padahal saat itu Mandat SBSI Kab. Asahan dipegang oleh Bung Sitorus yang sekaligus sebagai Ketua SBSI Kota Tanjung Balai.

Dalam penyerahan Mandat SBSI Kab. Asahan, dari Bung Sitorus lah Sdr. Mawardi menerima Mandat. Yang menjadi persoalan, selama 6 bulan Bung Sitorus menjalankan Mandat SBSI Kab. Asahan sebelumnya, tidak pernah mengalami masalah apapun terkait Surat Mandat SBSI. Tapi kenapa saat baru 3 bulan Sdr. Mawardi menerima Mandat, sudah menjadi persoalan. Apakah karena Sdr. Mawardi tidak memiliki harta? Sementara Sdr. Indra Gunawan sangat mumpuni baik harta maupun jabatan. Yang menjadi pertanyaan, pada saat FRJ terbentuk, dimana keberadaan Sdr. Indra Gunawan? Dan kenapa Sdr. Indra Gunawan menerima Mandat SBSI Kab. Asahan tanpa ada penyerahan dari Sdr. Mawardi seperti sebelumnya yang dilakukan oleh Bung Sitorus kepada Sdr. Mawardi? ADA APA DENGAN KORWIL SUMUT???

“Jika manusia mempunyai kesalahan, itu manusiawi. Tetapi jika organisasi mempunyai kesalahan, itu kesalahan administrasi, kalau disengaja namanya Diktator. Revolusi mental indah namanya dan menjadi wacana bagi kita para relawan dan jangan sampai mencederainya. Organisasi dari tingkat atas kebawah yang sinergi, itu adalah harapan. Tetapi kalau organisasi tidak sinergi, apa pula namanya..? Apa karena berkuasa, maka boleh suka-suka..? Sementara pelakunya para Sarjana Hukum atau lebih pantas disebut kanibal..? Kalaulah yang seperti itu dibiarkan saja berarti kita mengadakan pembiaran para durjana berkuasa. Apakah harus aku sesali apa yang sudah pernah aku kenal..? Atau aku harus melawan..? “

“SELAMAT KONFERCAB SERIKAT BURUH SEJAHTERA INDONESIA KABUPATEN ASAHAN”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s