Satgas Dinas UP Perpakiran Dishub DKI Dikeroyok Atasan Sendiri

Posted on Updated on

Waosilokhi Laoli Anggota Dishub DKI yang Dianiaya rekan-rekannya
Waosilokhi Laoli Anggota Dishub DKI yang Dianiaya rekan-rekannya

Jakarta – Sungguh memalukan masih ada tindakan pengeroyokan disebuah instansi pemerintah, khususnya Dinas Unit Pengelola (UP) Perpakiran Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta. Ironisnya, pemukulan tersebut dilakukan oleh pejabat di Instansi pemerintah itu dan korbannya pun merupakan bawahannya yang bertugas sebagai Komandan Regu (Danru) Satgas UP Perpakiran Dishubtrans DKI Jakarta, Waosokhi Laoli.

Pemukulan itu terjadi beberapa waktu lalu. Parahnya lagi korban juga langsung dipindah ke Kepulauan Seribu ketika hendak meminta penjelasan terkait pemukulan itu. “Karena inilah bukti yang saya dapatkan bang. Bukannya keadilan yang saya terima dari kejadian tersebut, malah saya di mutasi ke Kepulauan Seribu,” kata Laoli.Kejadian ini bermula saat Surat Tugas dirinya yang dicabut tanpa pemberitahuan kepadanya, Laoli menjelaskan awal kejadian. Kehadiran dirinya menghadap atasannya, Kasatpel UP Perparkiran yang berinisial AN kedalam ruangan dengan tujuan ingin mempertanyakan kebenaran dan penjelasan terkait pencabutan Surat Tugas Satgas dirinya yang dirasa sebelah pihak.

Namun sesampainya didalam ruangan dan setelah sempat terjadi perdebatan, sejurus kemudian Kasatpel memanggil seorang Manager, (JP.B) selanjutnyam kericuhan pun terjadi didalam ruangan Kasatpel tersebut. Dengan disaksikan ke 4 orang anggota Satgas lainnya yang merupakan anak buah Laoli antara lain, Lamberto Desauja, Bambang Irawan, SH, Asep Mulyana dan Abu Yasid Bustomi.

Kasatpel, (AN) yang merasa tidak senang dengan keberadaan dan pertanyaan yang dilontarkan bawahannya tersebut, maka terjadilah insiden pengeroyokan diruangan Kasatpel tersebut.

Menurut penuturan Laoli kepada para kuli tinta, kejadian pengeroyokan terjadi disebabkan atasannya tidak terima kalau Laoli tidak tahu sama sekali perihal surat tugasnya. “Kasatpel (AN) langsung memukul, mencekik dan menyeret saya sampai keluar kantor, (AN) yang tidak sendiri di bantu oleh Manager (JP.B) mempermalukan diri saya dihadapan seluruh karyawan dan juga anggota saya,” terang Laoli.

“Jadi kejadian beruntun yang menimpa diri saya adalah, setelah saya dikeroyok dan bukan mendapat keadilan malah sekarang saya di mutasi,” ujarnya dengan nada geram.

Laoli menilai mutasi yang diterima terhadap dirinya dinilai sebelah pihak. “Banyak keganjalan dan juga dirasa olehnya semuanya hanyalah permainan unsur ketidak senangan terhadap diri saya, seperti yang terjadi didalam SK Global, Keputusan Kepala Dinas Perhubungan Dan Transportasi Provinsi DKI Jakarta Nomor 277 tahun 2015,” ungkap Laoli.

Dan setelah ditelisik SK tersebut menurut laoli ada keganjilan, karena ada nama pegawai yang dobel didalam SK tersebut. Selain itu SK yang diterima dirinya dan pegawai lain dijajaran Dishub Provinsi DKI Jakarta adalah SK photo copy.

“Saya lebih baik dipecat, dari pada harus Dipindahkan,” pungkasnya.

Belum ada keterangan resmi dari Dinas UP Perpakiran Dishub DKI Jakarta terkait pemukulan itu. Sementara itu akibat pemukulan Laoli menderita luka lebam dibagian wajahnya. (H Boga)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s