Ivan Haz Ditahan, Anak Eks Wapres Akui Menganiaya

Posted on Updated on

Ivan Haz (kanan)
Ivan Haz (kanan)

Jakarta – Fanny Safriansyah Haz alias Ivan Haz, anak mantan Wapres Hamzah Haz, akhirnya resmi ditahan di Mapolda Metro Jaya tadi malam (29/2). Anggota Komisi III DPR tersebut ditahan setelah menjalani pemeriksaan hampir sepuluh jam.

Direskrimum Polda Metro Jaya Kombespol Krishna Murti menyatakan, penahanan itu dilakukan berdasar alasan subjektif. Tersangka dikhawatirkan menghilangkan barang bukti, mengulangi perbuatan, atau bahkan melarikan diri. Karena itu, polisi kemudian menahan yang bersangkutan. ”Karena kami khawatir,” ujarnya tadi malam.Penahanan tersebut juga sesuai dengan unsur pasal yang dikenakan serta alat bukti yang dianggap sudah mencukupi. Pasal yang dikenakan adalah pasal 44 juncto pasal 45 UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga. ”Dia sudah mengakui perbuatannya,” ucap Krishna.

Ivan melakukan penganiayaan terhadap T, 20, asisten rumah tangganya, sejak Juni hingga September 2015. Penyidik dalam waktu dekat akan mengirim surat ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).Pemeriksaan Ivan sebagai tersangka memang baru dilakukan kemarin. Pasalnya, dengan status Ivan sebagai anggota DPR, diperlukan persetujuan presiden untuk memeriksa yang bersangkutan. ”Sekarang tinggal laporkan melalui Kapolda bahwa tersangka sudah ditahan,” tambahnya.

Penyidik sendiri mengakui belum menemukan motif atas kasus penganiayaan tersebut. Pemeriksaan akan berlanjut hari ini. ”Ini kan masih berlanjut,” ujar perwira dengan pangkat tiga melati di pundak itu.Untuk kasus dugaan penggunaan narkoba, Krishna masih belum bisa memastikan. Berdasar hasil tes urine, memang Ivan dianggap negatif narkoba. Namun, dia mengakui mengonsumsi zat lain karena meminum obat.

Polda juga sudah berkoordinasi dengan Asintel Kostrad. Namun, nanti Ivan juga diperiksa terkait dengan temuan tersebut. ”Hasil dari Kostrad itu akan menjadi referensi bagi tersangka,” ujarnya. Setelah mangkir pada pemeriksaan pertama, Ivan akhirnya mendatangi Polda Metro Jaya untuk memberikan keterangan. Dia didampingi pengacaranya, Tito Hananta Kusuma. Ivan datang ke Mapolda Metro Jaya sekitar pukul 11.00. Dengan mengenakan kemeja batik hijau, pria yang terpilih dari dapil Jawa Timur XI itu memilih bungkam. Ivan kemudian ditetapkan sebagai tersangka pada pukul 20.00.

Sebelumnya, Anggota Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Maman Imanulhaq mengatakan, bukti-bukti yang dimiliki Polri terkait dugaan penganiayaan yang dilakukan Ivan Haz terhadap pembantu rumah tangganya (PRT), sangat kuat. Karenanya, ia yakin tim Panel yang telah dibentuk oleh MKD untuk mengadili etika anak mantan Wakil Presiden RI ke-9 Hamzah Haz, akan sulit mencari keputusan lain kecuali merekomendasikan pemecatan Ivan.

“Kami di MKD sudah melihat, bahwa tidak ada celah untuk Ivan Haz bertahan di DPR. Karena kasus kekerasan terhadap PRT itu zero tolerance. Lalu panel akan sulit cari keputusan lain kecuali Ivan itu dipecat dari DPR,” kata Maman. Kasus Ivan Haz atas tuduhan penganiayaan terhadap PRT inisial T (20) masih bergulir di Polda Metro Jaya. Sementara di MKD, penyelidikan unsur pelanggaran etikanya juga berjalan hingga dibentuknya tim Panel. Sebelumnya Anggota MKD juga sudah berkunjung ke apartemen milik Ivan Haz sebagai tepat kejadian perkara (TKP).

“Saya waktu melakukan kunjungan, pengecekan ke apartemen itu memang ada keterangan yang kami terima itu sudah jadi keterangan di kepolisian, dan (Ivan Haz) sudah jadi tersangka,” ujar politikus PKB itu.Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPR memasrahkan nasib Ivan Haz sebagai Anggota DPR ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Ini disampaikan juru bicara FPPP, Arsul Sani, menanggapi proses penegakan etika Ivan Haz yang diduga terlibat dalam sejumlah kasus, selain penganiyaan terhadap pembantu rumah tangga (PRT), sering bolos, hingga dugaan penyalahgunaan narkoba.

“Terserah MKD, apa yang menurut MKD adil, dan sesuai dengan kode etik,” kata Arsul, menjawab wartawan di gedung DPR Jakarta, Kamis (25/2).Ditanya soal kemungkinan MKD melalui tim panel memutuskan sanksi pemecatan terhadap anak Wakil Presiden RI ke-9 Hamzah Haz itu, Anggota Komisi III DPR ini lagi-lagi pasrah.”Kami persilahkan MKD memberikan putusan yang dianggap rasa keadilan sesuai dengan kode etik, kan PPP sejak awal menyerahkan sepenuhnya ke MKD. Apa yang diputuskan MKD kami terima,” tambahnya.

Kasus Narkoba

Selain penganiayaan, Ivan Haz juga terlilit kasus narkoba. Seperti diberitakan sebelumnya, Mabes TNI dibantu BNN menggerebek jaringan narkotika di perumahan Kostrad, Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Senin (22/2). Petugas menangkap jaringan narkotika yang dikendalikan Kopka BM. Kaki tangan BM dari kalangan sipil ikut ditangkap. Yakni, H, O, J, S, dan SG. Berdasar hasil tes urine, petugas juga menangkap tiga anggota TNI yang positif menggunakan narkoba. Yakni, Sertu AS, Kopka NSK, dan Pratu A.

Dari pengakuan BM, ada anggota DPR yang membeli narkobanya, yakni Ivan Haz. BM juga mengatakan bahwa lima polisi menjadi konsumennya, yakni Briptu E, Aiptu AL, Aiptu AR, Bripka AB, dan Aipda W.Berdasar informasi itu, lima polisi tersebut telah diperiksa Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri. Polri berupaya membuktikan keterlibatan kelimanya lewat tes urine. Sementara itu, proses hukum lima kurir jaringan Kopka BM juga masih ditangani Bareskrim. (Maksum)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s